Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Ketrampilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Ketrampilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Program Pelatihan untuk PNPM

BLK Pertanian Klampok, melalui paket  pelatihan APBN,  menawarkan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat dan Kelompok Swadaya Masyarakat di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, khususnya di sekitar Banjarnegara untuk kerja sama penyelenggaraan pelatihan kerja bagi masyarakat.

Jenis pelatihan kerja yang kami tawarkan adalah pelatihan kerja di bidang pertanian secara umum, yaitu bidang-bidang hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan, perikanan, peternakan, mekanisasi pertanian maupun pengolahan hasil pertanian. Daftar jenis pelatihan dapat dilihat pada menu Layanan Pelatihan di atas.

BLK Pertanian Klampok telah menyediakan instruktur/tenaga pelatih, materi, bahan ajar, bahan praktek, peralatan praktek, dan fasilitas asrama. Kelompok Swadaya Masyarakat tinggal memfasilitasi akomodasi peserta, yaitu konsumsi selama pelatihan (sekitar 20 hari pelatihan).

Keuntungan kerja sama seperti ini adalah desa tidak perlu mengeluarkan dana yang relatif besar seperti dengan mengundang instruktur atau tenaga pelatih ke desa dan menanggung seluruh kebutuhan pelatihan. Anggaran yang biasanya untuk honor instruktur dan pembelian bahan, bisa digunakan untuk hal yang lain, seperti modal untuk usaha masyarakat, pembelian alat/mesin pertanian, hewan ternak, pembangunan kandang, dll.

Melalui kerja sama seperti ini diharapkan program PNPM dapat lebih efektif, efisien dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Sumber : SINI

Pelatihan Pengelolaan Sampah Kering

Dengan banyaknya warga yang belum dapat mempergunakan/memanfaatkan sampah sehingga banyak pembungan sampah yang tidak terkelola dengan baik maka pemerintah Desa Blitar mempunyai ide pelatihan Pengelolaan sampah kering yang dapat diamnfaatkan unutk pernak-pernik yang hasilnya dapat meningkatkan perekonomian anggota PKK Desa Blitar, dengan bantuan dari PNPM-MD dapat terealisasi pelatihanPengelolaan sampah kering dengan harapan setiap anggota PKK dan masyarakat Desa Blitar dapat memanfaatkan sampah selain digunakan sebagai pupuk juga dapat di jadikan pernak-pernik yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi di desa blitar.

Sumber : SINI

Kamis, 05 Juni 2014

Pelatihan Ketrampilan Bodyrepair dan Variasi kendaraan Bermotor

Mulai tanggal 19 Maret 2012 sampai 21 hari mendatang, akan dilaksanakan pelatihan ketrampilan Body Repair dan Variasi kendaraan bermotor yang diikuti oleh 5 orang pemuda Desa Purwonegoro, kacamatan Purwanegara, Banjarnegara.Pada hari pertama pelatihan, diisi dengan materi kewirausahaan, bertempat di Balai Desa Purwonegoro. Sedangkan untuk teori dan praktek materi lainnya dilaksanakan di Desa Gumiwang, tepatnya di Bengkel Rywana.
Kegiatan ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Pemerintah Desa Purwonegoro, masyarakat dan tentunya juga dari Program PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan RBM (Ruang Belajar Masyarakat), PNPM MPd Kabupaten Banjarnegara memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan pelatihan ini.Hal ini pantas disyukuri, karena dari 20 kecamatan di Banjarnegara, desa Purwonegoro merupakan satu dari lima kecamatan yang mendapat bantua dari Dana RBM.

Berikut foto kegiatan pelatihan tersebut.



 
==> Pernah ditulis disini: http://desapurwonegoro.blogspot.com/2012_03_01_archive.html

Merajut Untung dari Kerajinan Rajutan

Merajut Untung dari Kerajinan Rajutan


Sejak beberapa bulan terakhir, ada satu pemandangan yang berbeda di  Dusun Muntangsari,  Desa/Kecamatan  Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara. Beberapa ibu-ibu rumah tangga asyik bercengkerama, tertawa dan tangan-tangan terampil sibuk menyulam.

Ya, mereka adalah anggota kelompok Bintang Mandiri yang sedang mengadakan kegiatan belajar bersama membuat aneka produk dengan bahan dan model rajutan. Termasuk yang terlihat pada hari Selasa, 27 Nopember 2012, bertempat di rumah kosong milik warga setempat, mereka asyik sedang belajar merajut. Menurut ketua kelompok Bintang Mandiri, Esti Jumiyanti, pertemuan latihan bersama anggota kelompok seperti ini sudah berjalan lebih dari lima kali. Menurutnya, dengan cara berkumpul seperti itu mereka bisa saling belajar untuk membuat produk yang bagus serta bisa menambah semangat usaha.

Selanjutnya, dia mengatakan, bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara mandiri. Jadwal pelatihan setiap hari Selasa dan Jum’at. Peserta rata-rata delapan orang yang merupakan para anggota kelompok.
Disamping mengadakan kegiatan belajar dan produksi bersama, kelompok juga melakukan pembenahan di bidang lain kelompok, misalnya administrasi, organisasi, permodalan dan jaringan.

Untuk bidang administrasi, kelompok telah memiliki beberapa buku administrasi kelompok, antara lain: buku kas, buku anggota dan pengurus, buku tamu, buku tabungan anggota, buku notulen, dan lain-lain.
Mengenai organisasi, kelompok telah menyusun kepengurusan terdiri dari Esti Jumiyanti (Ketua), Siti Khatijah (Sekretaris), Gian Briansih (Bendahara). Jumlah anggota sementara sebanyak 9 orang dan rencana akan terus ditingkatkan. Sedangkan mengenai permodalan, kelompok saat ini baru memiliki asset senilai 1 Juta hasil tabungan/iuran atau andil para anggota. Di kelompok disepakati adanya tabungan pokok Rp. 100.000/orang dan simpanan wajib Rp. 2.500/orang/bulan.

Selain itu, kelompok juga mencoba aktif mengembangkan jaringan pemasaran dan kerjasama dengan pihak lain. Sistem pemasaran produk saat ini masih sederhana, melalui promo dalam forum-forum pertemuan, keliling menawarkan produk, dan dititipkan di toko. Memang pemasaran masih dalam lingkup kecil. Hal ini karena kemampuan poduksi masih terbatas, yang mana ini tidak terlepas karena kendala: permodalan, kesulitan pengadaan bahan baku dari sekitar Banjarnegara serta penguasaan ketrampilan anggota yang masih perlu terus ditingkatkan.

Adapun produk-produk kerajinan yang saat ini sudah mampu dihasilkan antara lain: tas, dompet, Bros,taplak, aneka produk berbahan Flanel misalnya tempat HP.

Berikut Foto-foto produk mereka : 











Pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal

Pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal



Kulit kacang tanah, buah maja, cangkang telur, buah & sayur limbah pasar, nasi basi, ampas limbah tahu, bulu unggas dan lain-lain,oleh sebagian hanya dipandang sebagai sampah. Tapi pandangan semacam itu mulai berubah bagi anggota Kelompok Tani Ternak Unggas “Ngudi Luwih” di Desa/Kec. Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Dengan mendapat fasilitasi dari PNPM Mandiri Perdesaan, kelompok telah mengolahnya menjadi bahan baku pakan dan nutrisi ternak yang menguntungkan peternak karena murah dan mudah.

Kelompok tersebut terbentuk sebagai tindak lanjut dari pelatihan ternak unggas yang berlangsung pada bulan April 2012 yang lalu. Pada waktu itu kelompok mendapat pendanaan kegiatan dari dana BLM reguler PNPM Mandiri Perdesaan. Usai mengikuti pelatihan, para alumni pelatihan segera memulai usaha di bidang ternak unggas, meliputi Bebek dan ayam. Semula usaha berjalan sendiri-sendiri dan tanpa ikatan organisasi atau kelompok. Seiring perkembangan usaha dan dampak dari intensitas pertemuan para anggota, akhirnya mereka merasa membutuhkan keberadaan sebuah kelompok sebagai media saling belajar usaha dan pemasaran serta menjaga kekompakan anggota. Akhirnya mereka sepakat mengorganisir diri dalam wadah kelompok tani ternak unggas. Dengan kelompok tersebut diharapkan akan menjadi wadah saling belajar baik anggota kelompok, masyarakat sekitar dan di luar desa.

Agar keberadaan RBM (ruang belajar masyarakat) ini benar-benar lebih berfungsi, maka pada tanggal 24 -25 Nopember 2012 ini kelompok menyelenggarakan pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal. Tujuan dari pelatihan ini seperti disampaikan ketua panitia sekaligus ketua kelompok, Eko Prayitno, adalah untuk membekali para anggota kelompok akan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dalam ternak unggas, terutama agar peternak tidak tergantung dengan pakan atau nutrisi pabrikan. Hal ini penting karena biaya pakan dan nutrisi memiliki andil sekitar 70% dari semua biaya usaha ternak unggas. Apabila biaya ini bisa diadakan secara mandiri, tentunya akan bisa menekan biaya sekaligus meningkatkan keuntungan peterna.
Kegiatan pelatihan didukung oleh Pokja RBM Kabupaten Banjarnegara. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pendanaan kegiatan pelatihan sebesar Rp. 2.500.000 serta pendampingan. Pelatihan diikuti secara antusias oleh 20an orang peserta. Tempat pelatihan di rumah Bapak Suwitno, salah satu anggota kelompok. Sebagai narasumber, selain dari Pokja RBM dan Fasilitator Kecamatan, juga dari Kantor Dinas Pertanian Kecamatan Purwanegara, yaitu Bapak Ngudi Santosa (Pak Mantri Gendhon).

Dalam sambutan pengarahannya, Pak Bambang Eko Waluyo dari Pokja RBM menyatakan mendukung dan bangga dengan inisiatif kelompok dalam melakukan usaha di bidang ternak unggas. Diharapkan keberadaan kelompok dan kegiatan ini bisa menjadi percontohan dan wadah bagi masyarakat lain yang berminat belajar dalam bidang peternakan Unggas. Selain itu juga ditekankan bahwa untuk terus maju dan bersemangat, kita bisa berkaca pada siklus hidup elang.

Sementara itu, teori dan praktek pembuatan pakan dan nutrisi ternak dipandu oleh Bapak Ngudi Santosa. Diantaranya dengan memperkenalkan aneka jenis sumber pakan di sekitar yang murah dan mudah, kandungan gizi, takaran campuran serta praktek pembuatannya.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, maka kegiatan belajar masyarakat ini akan terus diadakan secara rutin melalui pertemuan kelompok setiap minggu terakhir setiap bulannya. Tentunya dengan materi yang lain sesuai kebutuhan anggota.

Bahan baku pakan: Kulit Kacang Tanah

Bahan baku pakan: Sampah buah dan sayuran

Bahan baku pakan: Tepung Cangkang telur

Bahan baku nutrisi: Buah Maja