BANJARNEGARA-Carica
yang merupakan salah satu buah khas Dieng menjadi komoditas yang di
kembangkan oleh Kelompok usaha Maju bersama Desa Kepakisan Kecamatan
Batur. Melalui bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Mandiri Pedesan kelompok ini mengembangkan sirup carica sebagai
komoditas untuk meningkatkan penghasilan bagi masyarakat terutama
ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok usaha Maju bersama .
Ketua
Kelompok usaha bersama Mujiati menyampaikan, kelompok yang berdiri pada
tahun 2012 tersebut beranggotakan 18 orang yang terdiri dari ibu rumah
tangga di Desa Kepakisan.
“Kelompok kami mengawali usaha bersama dengan bantuan
sebesar Rp. 19 juta dari PNPM Mandiri pedesaan, bantuan tersebut kami
manfaatkan untuk mengembangkan usaha carica. Selain bahannya yang mudah
di dapat, mengembangkan carica sama saja mengembangkan potensi buah yang
dimiliki kecamatan Batur,” kata Mujiati
Setiap
hari lanjut Mujiati, kelompoknnya membuat 35 kilogram carica pada hari
hari biasa, namun jika musim panen mampu memproduksi hingga 50 kilogram
per hari.
“Setiap hari kami bekerja selama 8 jam, bila musimpanen kami bekerja selama 10 jam, “ lanjutnya.
Bahan-bahan
utama yaitu buah carica juga tidak terlalu sulit mendapatkannya, karena
di Desa Kepakisan juga banyak terdapat buah tersebut.
Berkat peningkatan kapasitas kelompok tani Maju bersama ini mampu memproduksi Hasil
pembuatan carica dibungkus dengan berbagai kemasan yaitu dalam bentuk
Cup, Gelas, dan kaleng kaca dengan berbagai variasi harga tergantung
kemasan.
“Hasil
produksi carica kami pasarkan ke berbagai kota seperti Jakarta, Tegal,
Semarang, Cilacap, Jogja dan pasaran lokal di Banjarnegara, Wonosobo,”
tambahnya.
Sebagian dari keuntungan hasil penjualan tersebut digunakan untuk meningkatkan usaha , dan sebagian di gunakan sebagai penghasilan dari pekerja yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga.
Kepala Desa Kepakisan Hamid Sobar mengatakan
kelompok tani maju bersama yang sebagian besar beranggotakan ibu-ibu
rumah tangga tersebut memanfaatkan dana PNPM Mandiri untuk memaksimalkan
potensi yang dimiliki desanya yaitu carica.
Menurutnya
selain mudah di dapat karena banyak terdapat di Desa Kepakisan, Carica
juga merupakan buah yang harus dilestarikan dan dikembangkan.
“Jika
carica di jadikan salah satu produksi otomatis kelestariannya akan
terjaga karena para petani dituntut untuk selalu bisa menyediakan buah
carica bagi pelaku usaha yang setiap saat membutuhkannya,” kata Hamid
Sementara
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo di sela-sela kunjungannya ke
Desa Kepakisan mengatakan salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan
kemiskinan adalah dengan memberdayakan masyarakat melalui berbagai
kegiatan usaha seperti yang dilakukan oleh kelompok usaha maju bersama.
“Pemerintah
sangat mendukung kegiatan pemberdayaan kelompok yang bermuara kepada
pengentasan kemiskinan, pemkab juga pasti akan memberikan bantuan
permodalan untuk mengembangkan usaha produktif seperti yang dilakukan
kelompok usaha bersama ini dalam memproduksi carica,” kata
Sutedjo.(**anhar)
Sumber : Sini
0 komentar :
Posting Komentar